SEMARANG - Warga Kelurahan Polaman, Kecamatan Mijen, Kota Semarang, digemparkan dengan penemuan mayat orok bayi, pada Sabtu (9/12/2023).
Mayat bayi itu ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa terapung di sungai dekat Pemancingan Sikopek.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, penemuan mayat bayi itu berawal ketika Ngadiroso (48) selaku saksi menerima informasi dari pengunjung Pemancingan Sikopek, bahwa ada mayat bayi yang terapung di sungai, kemudian Ngadiroso ditemani Jupastri dan Rubani turun ke sungai untuk mengambil mayat bayi tersebut menggunakan serok ikan. Setelah mayat bayi itu diambil kemudian Ngadiroso menghubungi Polsek Mijen.
Selang kemudian Kapolsek Mijen Kompol Kholid Mawardi bersama anggota Reskrim dan Bhabinkamtibmas serta tim medis dari Puskesmas Karang malang Mijen mendatangi lokasi penemuan mayat bayi.
Dari hasil pemeriksaan tim medis Puskesmas Karangmalang bayi tersebut belum saatnya dilahirkan alias prematur plasentanyapun tidak di temukan bahkan tali pusarnya sudah hilang entah dipotong atau terpotong tim medis belum bisa memastikannya.
Polsek Mijen kemudian berkoordinasi dengan INAFIS Polrestabes Semarang untuk mengantarkan orok bayi tersebut ke Kamar mayat RSUD Karyadi Kota Semarang. (Selajutnya akan di lakukan pemeriksaan oleh INAFIS Polrestabes Semarang).
Kapolsek Mijen Kompol Kholid Mawardi, Melalui kanit reskrim Iptu Subardo, mengatakan akan bekerja keras agar kasus pembuangan mayat bayi cepat terungkap.
(Agung)
Tags:
Peristiwa


