BLORA– Sempat dilanda cuaca buruk beberapa hari belakang menyebabkan kondisi lahan persawahan padi di Desa Pilang Kecamatan Randublatung Kabupaten Blora roboh akibat guyuran air hujan dan angin kencang.Kondisi tersebut petani mau tidak mau lakukan panen dini.
“Terpaksa kita lakukan panen padi dini karena padi roboh akibat air hujan dan angin kencang, padahal proses panen padi tinggal beberapa minggu lagi, kalau tidak di lakukan panen di takutkan padi mengalami jamuran karena terendam air persawahan,” kata Agus petani Desa Pilang Kecamatan Randublatung Kabupaten Blora, Minggu(17/3/202024).
Agus menambahkan, penyebab tanaman padi roboh disebabkan batang padi sudah tidak mampu menampung beban yang disebabkan tekanan air hujan dan kecepatan angin hujan.
“Robohnya padi itu karena batang padi yang sudah tidak kuat menahan beban muatan padi ditambah lagi turunya air hujan dan kencangnya angin hujan sehingga padi roboh bersamaan dengan batang padi lainnya,” tambahnya.
Sementara itu petani lain Saidi asal Desa Kediren juga merasakan kondisi tanaman padi yang roboh, namun ia hanya mengikat kembali dengan sehelai tali batang pohon pisang untuk menunggu tibanya proses panen padi.
“Lahan padi yang roboh akibat air hujan dan angin hujan saya hanya mendirikannya kembali dengan diikat menggunakan tali pohon pisang, menunggu panen padi yang pas pada saatnya,” urainya.
Laporan : wawan
Tags:
Daerah


