Temanggung – Pj. Bupati Temanggung Hary Agung Prabowo mengapresiasi Laporan Keuangan BAZNAS Kabupaten Temanggung sebagai bentuk keterbukaan publik, atas pengelolaan dana zakat, infaq, dan shodaqoh yang terkumpul, serta pentasyarufan atau penyalurannya.
"Kami mengapresiasi kinerja BAZNAS Kabupaten Temanggung, kinerja itu diantaranya diraihnya Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dalam laporan keuangan dalam lima tahun berturut-turut," kata Pj. Bupati pada Rapat Koordinasi Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di Graha Bhumi Phala, Komplek Setda, Senin (18/3/2024).
Pj. Bupati juga mengapresiasi atas keterlibatan BAZNAS dalam pengentasan kemiskinan ekstrem di Kabupaten Temanggung, sehingga BAZNAS punya andil dalam penurunan kemiskinan ekstrem.
Berdasar data pemerintah, kemiskinan ekstrem turun dari 0,79 menjadi 0,33 atau turun 5000 dari 7000. Harapannya, pada tahun 2024 ini bisa nol persen.
"Sehingga kedepan, yang ditangani adalah warga miskin, bukan kemiskinan ekstrem," imbuh Pj. Bupati.
Ketua BAZNAS Kabupaten Temanggung Mansur Asnawi menyampaikan, BAZNAS Kabupaten Temanggung mendapat dua penghargaan atas kinerja di tahun 2023. Yakni pengumpul terbanyak kedua tingkat Jateng untuk Dana Peduli Palestina dan kebijakan Pemerintah Kabupaten/Kota untuk kegiatan BAZNAS.
"Penghargaan telah diterima beberapa waktu lalu, ini semua atas kerja semua pihak, terutama Bapak Pj. Bupati Temanggung yang telah mengeluarkan kebijakan yang mendukung pada kerja-kerja BAZNAS," kata Mansur Asnawi.
Ia menambahkan, pada 2023, BAZNAS Kabupaten Temanggung mampu menghimpun dana sebesar Rp 12,2 miliar. Dana itu dari zakat sebesar Rp 10,4 miliar, dan infaq/shodaqoh Rp 1,8 miliar.
"Penghimpunan tahun 2023 yang telah terealisasi Rp 10,041 miliar dan saldo akhir Rp 2,252 miliar," jelas Mansur Asnawi.
Adapun pada 2024 target penghimpunan berkisar Rp 12 miliar dari Rp 16 miliar yang menjadi potensi di Kabupaten Temanggung. Untuk itu, pihaknya menggandeng semua stakeholder untuk mencapai target, termasuk dalam pentasyarufan dari dana yang terhimpun. (Red)





