Header ADS

Hari Santri 2024 di Kudus Hadirkan 1000 Terbang Jawa dan 9 Dalang

Foto : Kolase kegiatan Hari Santri Nasional 2024, di Kudus.

KUDUS - Lesbumi PWNU Jawa Tengah menggelar Peringatan Hari Santri Nasional 2024 yang dimulai tanggal 18 hingga 20 Oktober kemarin. Acara yang berlangsung di Kudus itu mengusung tema "Gumregah Seni Budaya Islam Nusantara".

Kegiatan yang berlangsung meriah itu diisi para seniman terkemuka Jawa Tengah diantaranya Abdul Chamim Rembang, Syafik Afandi Kudus, Hasanto Boyolali, dan Abdul Gani Kudus. Sebagai pembuka mereka menunjukan karya-karya terbaiknya melalui Lukisan Islam Nusantara, di Pendapa Kabupaten Kudus.

Selain itu, kegiatan juga diisi para seniman dan budayawan NU dalam wadah forum lokakarya yang masing-masing mewakili 35 cabang Lesbumi se Jawa Tengah, serta perwakilan 5 wilayah Lesbumi di Pulau Jawa. Forum Lokakarya tersebut didampingi langsung oleh KH Jadul Maula, Ketua Lesbumi PBNU, dan Iskandar Eko Priyotomo, Kasubbid Pembinaan Tenaga dan Kelembagaan Kemendikbud RI.

Puncak kemeriahan acara berlangsung pada 19 Oktober 2024 dengan pagelaran 1000 terbang Jawa dan penampilan 9 dalang Lesbumi di Alun-Alun Kulon Kudus, yang dikenal juga sebagai Alun-Alun Kebudayaan. Pagelaran ini dihadiri oleh komunitas terbang Jawa dari Jepara, Demak, Magelang, dan Kudus. Pagelaran dalang dibuka oleh Ki Ardhi Purboantono, dalang Lesbumi PBNU asal Malang, diikuti oleh Ki Suryo Hadiningrat, dalang wayang golek asal Pemalang, serta tujuh dalang lainnya.

Menurut Ketua Lesbumi PWNU Jawa Tengah Abdul Ghani, agenda tersebut bertujuan menaikan spirit/semangat demi menjaga dan melestarikan seni budaya Nusantara ditengah modernisasi.

“Agenda ini dimaksudkan untuk menggugah semangat menjaga dan melestarikan seni budaya Nusantara di tengah perkembangan peradaban,” ujar Abdul Ghani.

Kemudian pada 20 Oktober 2024, sebagai penutup diadakan Ziarah Kebudayaan ke Makam Sunan Kudus, Sunan Muria, dan RMP Sosrokartono di Makam Sidomukti, Kaliputu. 

"Ziarah kebudayaan ini bertujuan menyambung rasa sebagai penerus perjuangan leluhur. Bagaimana kita mampu membaca masa depan jika masa lalu saja terputus," kata Abud SB Runcing, Ketua Lesbumi Kudus sekaligus panitia lokal. (Ipul)
Lebih baru Lebih lama
Header ADS
Header ADS
GoogleNewsPJN